LASKA 2018 : "Pemimpin Muda Tak Kenal Putus Asa"

Diposting pada: 2018-09-20, oleh : humas macicen 1, Kategori: Kegiatan Siswa

(Jakarta, 12 September 2018).

Pada waktu lalu, 8 - 10 September 2018, siswa-siswi baru Madrasah Aliyah Citra Cendekia (Macicen) telah melaksanakan salah satu rangkaian kegiatan sebagai siswa baru, yaitu Latihan Dasar Kepemimpinan atau disingkat dengan LASKA.

Kegiatan LASKA ini merupakan salah satu kegiatan yang ditujukan untuk membentuk kepribadian siswa untuk siap dalam mengikuti seluruh kegiatan Macicen. Sebagai warga baru, siswa-siswi dididik untuk mempunyai kepribadian tangguh agar dapat bersosialisasi dan bertahan di sekolah. Didalam pendidikan tersebut, siswa diminta untuk berkomitmen agar memiliki kepribadian-kepribadian siswa Macicen. Kepribadian tersebut adalah :  

  1. Sopan santun
  2. Inisiatif dan peka
  3. Jujur
  4. Mandiri
  5. Percaya diri
  6. Tidak mudah mengeluh 
  7. Amar Ma'ruf Nahi Mungkar 
  8. Tidak mudah putus asa
  9. Saling membantu 

Kegiatan LASKA merupakan kegiatan yang setipe dengan kegiatan LDKS di sekolah umumnya, hanya saja jika di sekolah umum sangat terlihat unsur senioritas-nya, di Macicen tidak ada unsur senioritas satupun. Hal ini terbukti dengan keikutsertaan beberapa guru sebagai panitia acara. Kegiatan disusun dan dilaksanakan oleh Kakak-kakak panitia kelas XI dan XII, guru sebagai pengawas, penanggung jawab dan ikut serta dalam segala kegiatan LASKA. Siswa-siswi dibagi menjadi empat kelompok besar.

Kegiatan LASKA ini dilaksanakan selama 3 hari. Hari pertama Sabtu 8 September 2018, anak-anak berangkat dari sekolah menuju tempat tujuan yaitu Kampung Awan, Megamendung, Bogor. Sesampainya di tujuan, siswa-siswi melaksanakan apel dan dilanjutkan dengan kegiatan lomba. Pada waktu istirahat, siswa diajarkan untuk bersikap lebih mandiri yaitu dengan membuat tenda dapur dan masak sendiri. Dengan adanya kegiatan ini, siswa diajarkan untuk lebih mandiri pada setiap keadaan.  

      

 

        

 

      

 

Hari kedua, siang hari siswa melaksanakan outbond ke hutan. Siswa dididik nilai-nilai kepribadian macicen melalui permainan-permainan dalam pos-pos yang tersebar di beberapa titik di hutan. Pos-pos diisi dengan berbagai macam permainan yang berisi reflektif tentang nilai-nilai kepribadian Macicen. Pos-pos tersebut tersebar di beberapa titik di hutan dengan jarak yang lumayan tidak dekat, serta siswa dilepas dengan hanya diberikan petunjuk berupa panah. Melalui kegiatan outbond ini, siswa diajarkan seluruh nilai-nilai kepribadian Macicen, terutama tidak mudah mengeluh selama perjalanan di hutan. Dini harinya, siswa dididik dengan lebih menantang yaitu dengan adanya kegiatan Jurit Malam. Siswa diminta jalan sendiri di dini hari dengan mengikuti petunjuk menuju pos-pos yang didalamnya ada siswa dan guru. Pos-pos tersebut berisi guru dan siswa dan ditujukan untuk reflektif hasil outbound siang hari dan menanamkan lebih dalam tentang nilai-nilai kepribadian Macicen. Banyak nilai yang ditanamkan dalam kegiatan jurit malam ini, diantaranya bertahan di keadaan sangat gelap dan kebersamaan. 

 

      

 

      

Hari ketiga adalah hari terakhir diisi dengan final game yang menuju pada selebrasi (perayaan) penerimaan siswa-siswi baru di Macicen. Seluruh kegiatan LASKA selama tiga hari ini untuk mendidik kepribadian siswa baru agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi sesuai dengan kepribadian Macicen sehingga harapannya adalah siswa dapat diterima di masyarakat luas nantinya. (Rizky)

      

 

      

LASKA 2018 ?  "Pemimpin Muda Tak Kenal Putus Asa"


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini